Masih adakah rona pelangi disenyummu seperti dulu? aku merindukannya. APakah aku layak dicinta? Atau hanya sekedar mencita? Kau pergi tiada pamit.. Tetes air mata yang kau tinggalkan kini telah menjadi luka di hati, Engkau masih saja mencintai orang lain.. Tak melihat aku disini mencintaimu dengan tulus. Kumohon.. Cintailah aku seperti aku yang mencintai dirimu. Semoga kelak, engkau bisa mencintaiku dengan setulus hati. Kuucapkan salam dari kejauhan. Jauh yang begitu sangat nyata aku melihatmu. Kesedihanmu kesedihanku, Kegundahanmu kegundahanku, tapi... bahagiamu adalah bahagianya. Aku berdiri tegar melewati hari demi hari. Kita tidak lagi pernah bersuara.. Ataupun sekedar bersenda gurau.. Wajahmu yang lembut tertelan ragu dalam mimpi.. Memaksaku hanya bisa berlari dalam masa laluku yang kelam dan berduri. Dirimu tak lagi mengenalku.. Memori indah tentang kita berlalu begitu saja..Aku seorang diri, bertahan hebat dalam tebalnya asap penghianatan.. penghianatan darimu. Malam ini menyisakan kenangan, Masa dimana dulu kita tertawa dan bercanda bersama. Diri ini terus memikirkanmu dalam lamunan. Lamunan kosong dan hampa.. Hanya terasa sakit yang sekian menusuk hati. Aku mohon, terangi malamku seperti yang biasa kau lakukan dulu.. jangan tinggalkan aku, sendiri.. Aku tetap bertahan disini.. Ditengah kuatnya ingatan tentang kenangan manis bersamamu. Namaku mungkin hanya sementara di hatimu. Kenyataan ini begitu pahit dan menyesakkan.. Kenyataan dimana aku tidak lagi berjalan bersamamu..Pintaku, hanyalah satu. Bawalah aku kembali ke duniamu bersama goresan kenangan kita.
Rasa ini bukan anonim. Ini jelas tertuju untuk satu nama, terpena saat pertama aku melihat sosok sempurnanya "kamu". Dalam kesunyian aku bernyanyi bahagia, dengan iringan hati menoleh seakan kau menerimaku kembali. tapi aku masih ingin mengetahui, Apa aku memang tak pernah berarti bagimu? Apa cintaku tak pernah berharga di matamu?. Aku seakan tenggelam dalam rasa sakitku. Menahan perih dan terus merintih. Jika memang hatimu telah jenuh, biarkan rasa ini tertinggal dan akan kusimoan dihatiku selamanya. Cinta itu semu, namun perasaanku nyata. Aku menyayangimu namun kau tak merasa. Mau bagaimanapun derasnya kehidupan, tetap saja hatiku hanya tertuju padamu.. kau terlah meracuniku.. CINTA. Aku selalu sayang, pada setiap bagian dirimu yang memberikan tenang. Rasa sakit ini akan tetap berkutat dengan mimpi... meski dirimu kini telah beranjak pergi. Apakah salah jika aku menyayangimu? Aku masih disini.. Tak bosan untuk mencintaimu berkali - kali. Ingin rasanya aku ikut berlari, berdiri di sampingmu dan memegang tanganmu erat-erat. Agar kau tahu aku selalu ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar